Langsung ke konten utama

5 Golongan Yang Tidak Diperbolehkan Menerima zakat

5 Golongan Yang Dilarang 
Menerima zakat Fitrah/ Maal


Sahabat Al Batir Yang Baik, Berikut 5 Golongan yang tidak dibolehkan menerima Zakat Fitrah atau Zakat Maal;

1. Bani Hasyim/Bani Muthalib. Dalam budaya umat muslim di Indonesia biasa dikenal Para Habib/Sayyid bagi keturunan laki-laki. Kalau perempuan disebut Sayyidah/Syarifah. Keduanya merupakan masih punya darah atau keturunan Nabi Muhammad Saw. 

2. Para Agniya atau orang-orang yang kaya. Dia sudah memiliki banyak harta, sehingga tidak perlu menerima zakat. Yang ada merekalah yang berkewajiban membayar zakat, bukan mendapatkan zakat. 

3. Orang-orang kafir atau non-muslim. Kecuali dia muallaf atau telah masuk Islam, maka dia berhak mendapatkan zakat. Meskipun dia kaya, karena untuk menjalin hubungan penuh kasih sayang diantara umat Islam. Namun, bila dia dia menolak menerimanya bisa dialihkan kepada 8 golongan lain yang berhak menerima zakat. 

4. Keluarga sendiri, bisa ayah ibu, atau mertua. Yang masih ada ikatan darah atau kerabat dekat. Meskipun termasuk fakir miskin, mereka tidak diperbolehkan menerapkan zakat dari anak sendiri atau menantu sendiri. Lebih baik diberikan kepada Amil (panitia zakat) untuk disalurkan kepada yang lebih utama dari 8 golongan Mustahik (penerima zakat). Supaya zakat yang diwajibkan kepada kita lebih tepat sasaran. Biarlah Amil yang menentukan siapa yang berhak menerimanya. 

5. Para Budak atau Hamba Sahaya. Mereka juga tidak boleh mendapatkan zakat. Ini tradisi Jahiliyah di zaman sebelum ada ajaran Islam. Namun, golongan ini di zaman sekarang sudah tidak ada. Wallahu a'lam bisshowab. 

Semoga kita semua diberikan kesehatan, dan mendapatkan keberkahan Ramadhan tahun ini. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbagi Takjil Gratis Bersama TPQ AL BATIR

TPQ AL BATIR Berbagi Takjil  Indramayu- Mengisi kegiatan ibadah di bulan suci Ramadhan 1441 H/2020 M, Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) AL BATIR dari Yayasan Al Bahruth Tiris Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan, berbagi takjil  kepada anak-anak dan pengendara yang lewat, Kamis (30/4).  Rangkaian berbagi takjil gratis untuk menu buka puasa itu dilaksanakan sore hari pukul 17.00 WIB setelah anak-anak belajar mengaji  bersama ustadz dan ustadzah di Musholah Al Barokah Nurul Iman Blok Tegur Desa Pabean Ilir.  Setelah semua anak-anak mendapatkan bagian takjil satu persatu, mereka dengan antusias membagikan sendiri takjilnya kepada warga dan pengendara motor yang melintas.  "Alhamdulillah ada 90 bungkus bubur kacang hari ini. Insyaallah, kegiatan takjil gratis ini dilakukan agar anak-anak didik TPQ AL BATIR kelak menjadi orang-orang yang pandai bersedekah kepada mereka yang membutuhkan," Papar Sanjaya ST selaku Kepala TPQ AL BATIR.  ...

TPQ AL BATIR Khataman Al Qur'an

Khataman TPQ AL BATIR Sahabat Al Batir Yang Baik, Inilah salah satu program dari TPQ Al Batir yakni Khataman Qur'an bagi anak-anak yang sudah selesai mengaji Al-Qur'an dan Iqra Jilid 6.  Untuk menambah semangat anak-anak dalam mengaji dan mempelajari Al Qur'an, kami adakan tradisi selamatan dengan mengundang ibu-ibu wali murid untuk ikut mendengarkan anak-anaknya mengaji di depan orang tuanya.  Kami bekerjasama juga dengan wali murid untuk membuat hidangan tumpeng untuk dimakan bersama anak-anak. Sebagai bentuk syukur atas anugerah dari Allah SWT yang telah menurunkan kitab pedoman hidup di dunia dan mencapai keselamatan di akhir berupa Al Qur'an Al Kareem, anak-anak juga diberikan bingkisan snack agar mereka bahagia.  Kami mohon doanya dari semuanya, agar anak-anak didik di bawah Taman Pendidikan Qur'an Yayasan Al Bahruth Tiris semakin mencintai Al Qur'an serta besar nanti mampu mengamalkan ajaran suci Al Qur'an dan Islam dengan baik.  Semoga mereka menjadi...

Renungan Wabah Corona

Doa Adalah Optimisme : Sebuah Renungan Di Tengah Wabah Corona Kawan, seluruh dunia sedang krisis menghadapi badai Virus Corona. Berbagai upaya dilakukan agar Pandemi ini segera berakhir. Namun sampai saat ini kasus positif Covid-19 mencapai 4,5 juta orang dan 303.345 diantaranya meninggal dunia. Sementara yang berhasil sembuh 1.703.734 jiwa. Ini data terbaru untuk seluruh dunia.  Bagaimana umat Islam menyikapinya? Mariah kita belajar pada sejarah Nabi Musa As.  Saat umatnya Bani Israil terpojok di pinggir laut Mesir, waktu dikejar oleh pasukan Fir'aun. Umat Nabi Musa As berputus asa sampai berkata: "Celakalah kita semua. Kita pasti tertangkap," Dengan perasaan penuh ketakutan.  Sementara itu, pasukan Fir'aun sudah semakin dekat. Mereka bersiap untuk membunuh anak-anak hingga orang dewasa Bani Israil, termasuk Nabi Musa As.  Tapi, Nabi Musa As orang yang paling dekat dengan Allah SWT sangat yakin. Nabi Musa As sangat optimis Allah SWT bersamanya dan pasti akan menolon...